Pada awalnya, ia mengira trading hanya tentang hasil akhir. Profit dianggap sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Namun seiring waktu, fokus itu perlahan berubah.
Ia mulai memperhatikan proses: bagaimana rencana disusun, bagaimana emosi dikendalikan, dan bagaimana evaluasi dilakukan setelah setiap transaksi. Perlahan, tekanan berkurang dan kepercayaan diri tumbuh bukan karena hasil sesaat, tetapi karena konsistensi menjalankan proses.
Trading akhirnya menjadi cermin. Bukan hanya tentang membaca pasar, tetapi juga tentang memahami diri sendiri dan belajar bersikap sabar dalam menghadapi ketidakpastian.

