Hari itu grafik bergerak tidak seperti biasanya. Ia masuk pasar dengan keyakinan penuh, merasa sudah membaca arah dengan benar. Namun beberapa menit kemudian, harga berbalik arah tanpa memberi kesempatan. Kerugian pun tak terhindarkan.
Awalnya ia mencoba menyalahkan pasar, berita, bahkan sistem yang digunakan. Tetapi setelah layar dimatikan, ia menyadari satu hal: keputusan itu diambil tanpa rencana yang matang. Tidak ada batas risiko yang jelas, hanya dorongan untuk cepat mendapatkan hasil.
Sejak saat itu, kerugian tidak lagi ia anggap sebagai kegagalan. Ia menjadikannya pengingat bahwa trading bukan soal seberapa sering menang, melainkan seberapa mampu bertahan dan belajar dari kesalahan.

